Memilih Modal Usaha Perbankan

Pada dasarnya memang tida mudah menjadi seorang wirausahawan, karena hal ini tentunya akan banyak menguras tenaga fisik maupun mental Anda. Biasanya yang menjadi permasalah utam ketika ingin membuka peluang usaha adalah masalah modal, permasalah yang satu ini menjadi permasalah utama dan banyak ditemui oleh pengusaha yang telah berjalan sekalipun.

Namun saat ini untuk menemukan atau memperoleh modal usaha lebih mudah, karena ada banyak lembaga keuangan termasuk bank yang menawarkan berbaga jenis modal usaha yang dibutuhkan, bahkan saat ini pihak perbankan juga menyediakan beragam modal untuk menjalankan atau mengembangkan usaha yang dimintai geluti.

modal usaha perbankan 2017

Mendapatkan Modal Usaha Perbankan

Untuk memilih modal usaha dari pihak bank bukanlah hal yang mudah, karena sebelum mengajukan permintaan modal usaha, tentunya ada beragam syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi bahkan jika pengajuan tersebut dilakukan terhadap perbankan. Meski begitu, mengajukan pinjaman modal usaha kepada pihak perbankan lebih aman dan nyaman karena dalam prosesnya menggunakan sistem syariah.

Saat ini ada banyak bank yang berbasis syariah seperti modal usaha dari bank BNI syariah / perbankan yang menawarkan beragam produk dan juga layanan pinjaman, termasuk pinjaman modal kerja yang disesuaikan dengan prinsip syariah dengan skema murabahah ataupun mudharabah dan musyarakah. Pembiayaan modal kerja dari bank syariah / perbankan dapat diberikan kepada seluruh ektor/subsector ekonomi yang dinilai memiliki prospek, tidak bertentangan dengan syariah Islam, dan tidak dilarang oleh Undang-undang yang belaku di tanah air. Adapun jenis pinjaman modal kerja yang biasanya diberikan oleh pihak perbankan, dapat dipilih sebagai berikut:

Pembiayaan Likuiditas /  Cash Financing

Jenis pembiayaan yang satu ini merupakan jenis pembiayaan yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan yang timbul dikarenakan terjadinya ketidaksesuaian (mismatched) antara cash inflow dan juga cash outflow pada perusahaan milik nasabah. Bank konvensional biasanya memberikan fasilitas untuk pembiayan ini dengan overdraft facilities atau biasa juga disebut juga dengan kredit rekening koran seperti produk pinjaman modal usaha BCA.

Dengan pemberian fasilitas yang satu ini, pihak bank konvensional mendapatkan imbalan manfaat yang berupa bunga atas jumlah rata-rata pemakaian dana yang telah disediakan dalam fasilitas yang diberikan tersebut.

Pembiayaan Piutang / Receivable Financing

Biasanya kebutuha biaya jenis ini timbul akibat perusahaan yang menjual barang yang dimilikinya dengan sistem kredit, namun jumlah maupun jangka waktunya melbihi kapasitas dari modal kerja yang dimiliki perusahaan tersebut.

Pembiayaan Persediaan / Inventory Financing

Bank dengan sistem Syariah memiliki mekanisme sendiri untuk memenuhi dari kebutuhan pendanan persediaan ini, yakni dengan menggunakn prinsip jual beli / al-bai’ dalam 2 tahapan.

Untuk tahap pertama, pihak perbankan mengadakan (membeli persediaan kepada supplier secara tunai) barang yang dibutuhkan oleh nasabah

Tahapan kedua, pihak perbankan menjual kepada nasabah sebagai pihak pembeli dengan pembayaran ditangguhkan dan dengan mengambil keuntungan yang telah disepakati bersama antara pihak bank dengan nasabah.

Modal Usaha Perbankan untuk Perdagangan

Pembiayaan Modal Kerja Untuk Perdagangan

Ada 2 jenis pembiayaan yang satu ini, yakni:

  • Perdagangan Umum

Merupakn perdagangan yang dilakukan dengan target pembelinya siapa saja yang datang membeli barang yang telah disediakan di tempat penjual, entah pedagang eceran / retailer maupun pedagang besar / whole seller

  • Perdagangan Berdasarkan Pesanan

Merupakan jenis perdagangan yang tidak dilakukan / diselesaikan di tempat penjual, yakni perdagangan antar kota, antar pulau, ataupun perdagangan antar Negara. Pembeli melakukan peesanan lebih dulu barang yng dbutuhkan kepada pihak penjual, pemesanan dilakukan berdasarkan contoh barang atau daftar barang serta besar harga yang ditawarkan.

loading...
Memilih Modal Usaha Perbankan | | 4.5